Ketahui Dulu Rahasia Pergerakan Harga Emas & Strateginya Berikut Ini

Emas adalah instrumen investasi yang masih cukup aman hingga sekarang bahkan di masa – masa sulit pandemi Covid-19. Maka dari itu, berinvestasi dalam bentuk emas fisik adalah cara paling ampuh untuk melindungi kekayaan Anda dari Inflasi. 

Namun, berinvestasi itu butuh waktu yang lama. Tahukah Anda bahwa ada strategi robot trading emas yang sederhana dan bisa menghasilkan keuntungan dalam waktu yang singkat? 

Sebelum ke strateginya, mari kita ketahui dulu rahasia pergerakan harga emas dari waktu ke waktu untuk mempermudah analisis kita berikutnya. 

Dari gambar di atas, kita bisa simpulkan bahwa ada waktu dimana dalam satu tahun emas berada di posisi harga yang tinggi dan terendah. 

Jika Anda melakukan trading emas untuk jangka menengah atau jangka panjang, Anda bisa menerapkan pola di atas. 

Namun, untuk strategi jangka pendek seperti trading, Anda bisa menggunakan strategi di bawah ini. 

  1. Crossing Moving Average

Crossing Moving Average adalah indikator paling umum yang para trader sering gunakan. Mulai dari pemula hingga profesional. Indikator ini seringkali digunakan untuk mengidentifikasi arah trend. 

Jika Moving Average berada di bawah harga berarti saat ini sedang bullish, dan jika moving Average bergerak di atas harga, itu artinya trend sedang bearish. 

Yang diandalkan pada teknik ini adalah momennya pada saat adanya crossing (persilangan) di moving average. 

  1. Overbought dan Oversold 

Overbought adalah kondisi dimana harga barang telah mengalami kenaikan di area maksimal, sehingga selanjutnya harga barang tersebut akan turun. Kondisi seperti ini adalah kondisi yang pas untuk melakukan pembelian. 

Sedangkan oversold adalah sebaliknya, yaitu kondisi pasar dimana harga sudah turun di titik maksimal, sehingga selanjutnya harga akan naik. Kondisi seperti ini pas untuk melakukan penjualan. 

Baik overbought dan oversold, pergerakan harganya tidak terlihat di chart. Untuk melihatnya diperlukan petunjuk sinyal dari oscillator. 

  1. Sideways Trading 

Sideways trading adalah trading saat kondisi dimana pasar bergerak pada harga yang stabil tidak seperti ketika terjadi bearish trend dan bullish trend. 

Di pasar forex, pergerakan seperti ini cukup sering terjadi. Namun, sayangnya banyak orang yang mengabaikannya, padahal ini sangat potensial. 

Untuk menerapkan strategi ini, jangan lupa juga untuk mempertimbangkan matang – matang terkait pola harga, level psikologis, fibonacci atau pivot point. 

  1. Breakout Trendline 

Breakout Trendline adalah sebuah kondisi dimana pasar sedang trending. Strategi ini sangat berbanding terbalik dengan strategi sideways, yang mana menerapkan strateginya ketika pasar sedang stabil. 

Posisi breakout adalah ketika secara tiba – tiba harga menembus trendline lalu berganti arah. Apabila garis trend tersebut teruji dengan kuat, maka akan ada sinyal yang menandakan adanya reversal atau pembalikan harga. 

Pada chart seperti inilah Anda memiliki peluang open buy yang tidak boleh Anda sia – siakan. 

Dari 4 pilihan strategi di atas, tidak semuanya cocok untuk diterapkan banyak orang. Pada dasarnya semua strategi akan menghasilkan profit ketika Anda bisa menggunakannya dengan benar. 

Trading mengharuskan kita untuk menjadi orang yang teliti dan tekun. Apapun strateginya, jika Anda teliti dan tekun, maka kemungkinan besar Anda akan mendapatkan profit juga. 

Untuk mempermudah perjalanan trading Anda, mungkin Anda bisa menggunakan software Autotrade God 4.0. Ini adalah software trading autopilot sederhana yang dirancang untuk pemula dan berpengalaman bahkan orang awam sekalipun. Dengan software ini, Anda bisa bekerja secara konsisten 24 nonstop. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *